Sabtu, 06 Oktober 2012

Apakah Miskin itu Pilihan??



 
Kamis, 04 Oktober 2012
Menurut kalian, apakah menjadi miskin itu pilihan? Ataukah sebuah takdir? berkah? Musibah? Kutukan?
Jika saja bisa memilih, aku tidak ingin menjadi orang miskin. Kalian tahu kenapa? Karena menjadi miskin itu rasanya tidak enak alias menderita. Bagi orang yang hidupnya selalu berkecukupan, pasti tidak akan setuju dengan pernyataan saya. Ada sebuah pepatah, “seorang pemimpin tidak akan pernah mengerti penderitaan rakyatnya yang miskin jika ia tidak pernah menjadi miskin.” Pepatah ini memang sepenuhnya benar, karena orang tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya sakit jika ia tidak pernah sakit. Begitu pula dengan miskin, orang tidak akan pernah mengerti bagaimana penderitaan orang miskin jika belum pernah menjadi miskin.
Menjadi miskin itu sungguh tidak enak, sangat tidak enak. Hari-hari yang menurut orang lain biasa-biasa saja bisa menjadi penuh perjuangan bagi orang miskin. Saya contohkan kejadian yang baru saja saya alami hari ini. Sore tadi seorang sahabat memanggilku, tadinya aku kaget kok tumben? Trus dia minta duduk di tempat yang agak sepi pula tapi akhirnya dia menyampaikan maksudnya. Aku kaget dan baru tahu bahwa selama ini banyak teman-teman yang menyimpan ketidaksukaan atau kejengkelan padaku karena satu hal, aku sering meminta makanan. Ya, aku akui hal itu. Sering ketika teman-temanku membawa  makanan, aku minta sedikit atau istilahnya mencicipi. Tapi aku tidak menyangka kalau ini akan jadi sumber permasalahanku, teman-temanku banyak yang tidak suka dan menyimpan kejengkelan karena kebiasaanku itu. Memang mereka tidak pernah mengatakan apa-apa padaku dan selalu membolehkan aku mencicipi tapi ternyata aku baru tahu kalau tanpa sepengetahuanku, mereka tidak suka. Ya alhamdulillah ada teman yang berbaik hati mau memberitahukan kesalahanku karena dengan ini aku bisa berubah dan memperbaiki kesalahanku.
Sebenarnya ada hal yang menyedihkan dibalik semua ini, kebiasaan burukku itu berawal dari kebiasaanku yaitu TIDAK PERNAH JAJAN. Bukan tidak mau, tapi TIDAK MAMPU. Sekarang manusia normal mana yang tidak suka makanan? Apalagi remaja seusiaku, siapa sih yang tidak suka jajan? Tapi suka atau tidak suka, tidak ada pilihan jika sudah dihadapkan dengan KEMISKINAN. Berapapun besarnya keinginan yang tumbuh dari diriku, jika aku tidak mampu memenuhinya mau apa lagi? satu kenyataan adalah aku normal, saat semua orang bisa ke kantin, semua orang bisa jajan, semua orang bisa memegang makanan, aku sendiri harus tetap mendekam di kelas karena tidak punya uang untuk jajan. Apakah aku ingin? Apakah aku iri? Tentu saja. Tapi apa daya? Dan satu lagi prinsipku bahwa meskipun hidupku SERBA KEKURANGAN, tapi aku TIDAK MAU MENCURI. Aku tidak mau mengambil apapun yang bukan hak ku. Karena itulah aku lebih memilih jalan tengah yaitu mencicipi. Jika ditanya yang sebenar-benarnya, apakah aku senang meminta? Jawabannya Tidak. Kalau saja aku punya uang, kalau saja aku mampu membeli sendiri tentu aku tidak akan meminta. Dan hati nuraniku juga tidak membenarkan jikalau aku sering mencicipi makanan mereka tapi aku tidak pernah membawa secuilpun makanan untuk dibagi. Dari sejak zaman dahulu, aku ingin sekali bisa seperti mereka yang dapat memberi. Tapi apa yang akan aku berikan? Apa yang akan aku bawa? Jika aku saja masih meminta, bagaimana aku bisa memberi? Selama ini, jika kuhitung baru 2 kali aku membawa makanan yang dapat dibagi. Pertama saat panen belimbing pertamaku, aku pernah membawa beberapa belimbing yang dapat dibagi. Kedua saat menang LKIR di UNAIR dan aku mendapatkan beberapa lembar rupiah yang sebagian dapat aku gunakan untuk memberi jajanan dan minuman untuk dibagi dikelas.
Pernah suatu ketika ketika aku membeli cireng di kantin, aku sempat disangka anak kelas 1 yang baru pertama ke kantin karena disana aku sama sekali tidak tahu harga makanannya sehingga harus selalu bertanya berapa harga makanan yang aku tunjuk padahal saat itu aku sudah kelas 3. Bayangkan aku sudah 3 tahun berada di smada tapi sampai nggak tahu harga makanan favorit semua orang karena saking nggak pernahnya aku ke kantin. Pernah lagi suatu ketika aku membeli pecel di kantin, saat itu aku sudah kelas 2 tapi mbaknya kaget waktu aku tanya berapa harganya melihat seragamku yang bukan anak baru lagi. ya, aku memang jarang ke kantin.
Tapi dengan masukan dari temanku tapi, setidaknya kini aku sadar. Meskipun serba kekurangan, tapi tidak baik jika harus selalu meminta. Sekarang aku akan mencoba mengubah kebiasaanku itu, aku akan menahan diriku dari mencicipi jajanan temanku. Lebih baik lapar daripada meminta. Dan semoga dengan perubahanku ini, tidak ada lagi teman-temanku yang jengkel kepadaku. Amin......... J
Menjadi miskin memang bukan pilihanku, seringkali saat aku sangat menginginkan sesuatu harus terkendala dengan satu hal yaitu biaya. Beberapa bulan yang lalu saat karnaval aku pernah ditunjuk menjadi pendamping raja, tadinya tidak ada masalah, si rajanya setuju, guru pembina juga setuju tapi beberapa hari kemudian aku dipanggil dan ditanya, punya mobil nggak? Jawabannya ya udah pasti nggak punya! So gugurlah aku menjadi pendamping raja dan digantikan oleh temanku yang kaya & punya mobil. Bukan karena apa-apa sih, tapi mobil juga diperlukan untuk akomodasi dari salon ke alun-alun jadi wajar saja. Itu baru salah satu contoh, sebenarnya banyaaaaaaaakkk sekali kesempatanku yang hilang karena terkendala biaya. Udah nggak terhitung berapa banyak hal yang nggak bisa kulakukan karena nggak ada biaya. Untuk STTC 2013 di Surabaya-Malang aja jikalau nggak bekerja ekstra buat promosi ke tiap-tiap kelas dan teman-temanku di sekolah lain, mungkin aku juga nggak bisa ikut. Mau bayar pake apa??? Tapi alhamdulillah ada beberapa teman yang baik dan mau jadi followers ku agar aku bisa ikut STTC. Setelah ini juga ada STTC 2013 ke Semarang-Jogja, sebenarnya pengen ikut sih tapi kembali ke pertanyaan awal UANG DARI MANA??? Dari sekitar 600an anak yang aku ajak STTC aja cuman 11 yang mau, itupun yang 5 anak dari unggulan jadi aku cuman dapat rewardnya dari 6 anak yang tersisa padahal biayanya 300rb-an. Bagaimana dgn STTC jogja yg biayanya 700rb-an??? Kadang keinginan memang tidak sejalan dengan kenyataan.
Oh ya, alhamdulillah Tuhan memberiku kesempatan untuk masuk di 3 PTN terbaik Indonesia yaitu UI, UGM, ITB dgn syarat aku harus bisa mengalahkan 22.000 anak se indonesia. Babak penyisihan alhamdulillah aku lolos, babak semifinal alhamdulillah aku lolos juga. Nah sekarang tinggal babak penentuan alias babak final yang akan dilaksanankan di UI. Universitas Indonesia coy, bukan Upin Ipin lho, itu berarti aku akan pergi ke Jakarta. Asyik-asyik deh :D
Dalam babak final ini, akan diikuti oleh 500 finalis dari seluruh indonesia. Ya, dari 22.000 menjadi tinggal 500 anak dan alhamdulillah aku termasuk di dalamnya. Sungguh berkah Allah yang sangat luar biasa. Aku masih ingat jika dulu pernah aku tuliskan untuk lolos tes Road to UI, UGM, ITB dari primagama namun sayangnya kertas itu sudah tidak aku pasang lagi karena sebagian besar dari cita-cita yang aku tuliskan di kertas tersebut sudah terwujud, namun satu hal aku tidak menyangka jika aku bisa sampai sejauh ini, sebelumnya tidak menyangka jika bisa lolos sampai menjadi 500 anak yang terpilih. InsyaAllah satu bulan lagi, tanggal 16 November aku akan berangkat ke Jakarta, khususnya ke Universitas Indonesia. Doakan semoga aku dapat terpilih menjadi 3 siswa terbaik yang dapat diterima di UI, UGM, maupun ITB dan mendapatkan beasiswa.
Amin........amin........ya rabbal alamin.............
Ya Allah terimakasih atas semuanya, terimakasih atas kesempatan yang Engkau berikan kepadaku, terimakasih Engkau telah mengizinkan aku menempati bumi-Mu lebih lama. Semoga dalam kehidupan di bumi yang singkat ini, aku dapat melakukan yang terbaik dan menjadi yang terbaik untuk dunia maupun akheratku. Semoga aku dapat menjadi orang sukses, semoga aku dapat menjadi orang kaya meskipun saat ini hidupku masih terbelenggu kemiskinan, semoga aku dapat menjadi orang yang bermanfaat meskipun sekarang masih sering meminta dan semoga aku dapat menggapai cita-citaku untuk menjadi mahasiswa ITB dan menjadi penghuni surga-Mu ya Allah.....
Amin.........amin........ ya rabbal alamin............ J
Poskan Komentar